Rasulullah s.a.w bersabda bahawa, “Di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah jasad itu seluruhnya dan jika ia rosak, maka rosaklah jasad itu seluruhnya. Alaa wahiyal qalbu. Itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Thursday, December 30, 2010
Wednesday, December 29, 2010
Penyakit Hati
Sumber: http://nanunguae.multiply.com/reviews/item/2
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi
PENYAKIT HATI
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.
Dua Bentuk Penyakit Hati:
Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman, artinya:
"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.
Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125)
Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.
Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)
Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.
*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"]
Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi
PENYAKIT HATI
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.
Dua Bentuk Penyakit Hati:
Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman, artinya:
"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.
Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125)
Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.
Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)
Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.
*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"]
Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.
Tuesday, December 28, 2010
Ubat Hati
Berkata seorang ulama, Ibrahim Al-Khawas RA: “ Sesungguhnya ubat hati itu ada lima perkara, maka ubatilah hati kamu dengan lima perkara tersebut. Pertamanya, bacalah Al-Quran dengan menghayati isi kandunganya. Kedua, mengosongkan perut dari terlalu kenyang atau berpuasa. Ketiga, bangun ( beribadat ) di waktu malam. Keempat, menghampirkan diri kepada Allah ( beribadat ) disepertiga malam dan yang kelimanya, sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh ”.
Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik penciptaan. Bermulanya dengan setitik air yang hina sehinggalah bergelar seorang insan bernama manusia. Diberikan pula berbagai-bagai nikmat yang tak ternilai banyaknya tanpa mengira siapa kita. Namun, kita sering lalai dan lupa untuk mensyukuri di atas anugerah yang dikurniakan, bahkan kita masih lagi berlumba-lumba mengejar kemewahan yang bersifat sementara itu.
Nikmat yang paling berharga dikurniakan kepada manusia ialah nikmat hati, yang merupakan raja segala gerak-geri dan tingkah-laku yang dipertontonkan oleh manusia. Hati yang diciptakan Allah semulia-mulia kejadian, di situlah akal manusia, di situlah buruk, baik, sihat, lemah manusia, di situlah segala-galanya.
Benarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW: “ Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada seketul daging, jika sekiranya baik daging itu, maka baiklah seluruh diri manusia itu. Jika sekiranya buruk daging itu, maka buruklah seluruh diri manusia itu. Ketahuilah, bahawa ia adalah hati ”.
Hatilah punca segala-galanya. Jika tidak berpunca dari hati yang kotor, manusia tidak akan melakukan maksiat terhadap penciptanya. Namun, kita sentiasa tidak menghiraukan gelagat hati kita. Kita sering biarkan hati kita dikotori titik-titik hitam dan dihinggapi berbagai-bagai penyakit yang menjijikan. Lantas, hasilnya segala gerak-geri yang dipertontonkan melencong dari jalan yang dikehendaki Allah SWT.“
Al-Quran yang diturunkan kepada kita melalui insan agung SAW merupakan mukjizat yang tidak ada tolak bandingnya, bahkan ia juga sebagai ubat bagi mengubati hati yang berpenyakit. Dengan kita melazimi membacanya dan mentadabbur apa yang terkandung di dalamnya, akan memperolehi ketenangan hati yang akan menyebabkan hati sentiasa tidak lalai mengingati Allah SWT. Firman Allah SWT yang bermaksud: “ketahuilah, dengan mengingati Allah itu, hati akan tenang”.
Begitu juga dengan mengosongkan perut dari terlalu kenyang akan mengubati segala penyakit yang tersemat dihati kerana dengannya hati akan beroleh kerehatan dan meringankan untuk melakukan ibadat kepada Allah SWT serta menjauhkan dari segala penyakit yang memudaratkan. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang sedikit makannya, sihatlah perutnya dan bersihlah hatinya. Barangsiapa yang banyak makannya, maka sakitlah perutnya dan keraslah hatinya”.
Sabda Rasulullah SAW lagi: “ janganlah kamu matikan hati kamu dengan membanyakan makan dan minum, sesungguhnya hati itu seumpama tumbuh-tumbuhan, jika banyak disirami air maka ia akan mati ”.
Seterusnya, diantara ubat bagi mengubati hati ialah dengan sentiasa bagun malam beribadat kepada Allah SWT kerana dengannya akan menjauhkan diri kita dari tipu daya syaitan dan menjauhkan dari melakukan dosa serta mendapat keredhoan dari Allah SWT. Rasulullah SAW sentiasa mengingati ummatnya: “ hendaklah kamu bangun malam ( beribadat ) walaupun hanya mengerjakan satu rakaat sembahyang ”.
Oleh itu, bagi memastikan hati kita dalam keadaan sentiasa bersih dari segala penyakit, hendaklah kita melazimi dengan membanyakan beribadat kepada Allah disepertiga malam kerana waktu itulah Allah SWT turun ke langit dunia bagi melihat siapa diantara hambanya yang berjaga malam, beribadat kepadanya.
Begitu juga, hati akan terubat dari segala penyakit dengan sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh. Ini akan menyebabkan sedikit sebanyak akan terikut dengan tingkah laku, perbuatan dan percakapan mereka yang sentiasa mengingati Allah SWT. Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Berkata Luqman Al-Hakim kepada anaknya, wahai anakku, sentiasalah kamu berada dalam majlis alim ulama ( orang-orang yang soleh ) dan dengarlah kata-kata hikmah dari mereka. Sesungguhnya Allah SWT akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan siraman hujan yang lebat ”.
Berkata seorang hukama’ : “ Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sebuah kebun di atas dunia ini, barangsiapa yang masuk ke dalamnya maka bahagialah hidupnya. Kemudian ditanya padanya: “apakah kebun itu?, lantas dijawab bahawa kebun itu adalah majlis-majlis ilmu ( mengingati Allah ).
Begitulah di antara penawar-penawar yang digariskan oleh ulama bagi mengubati hati-hati kita dari segala penyakit yang menyebabkan gerak geri yang dipertontonkan oleh kita melencong ke arah kemurkaan Allah SWT. Mudah - mudahan kita digolongkan dikalangan hamba-hambanya yang sentiasa dalam keadaan hati bersih dari segala penyakit-penyakit yang menyebabkan kita lalai mengingati Allah SWT.
Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik penciptaan. Bermulanya dengan setitik air yang hina sehinggalah bergelar seorang insan bernama manusia. Diberikan pula berbagai-bagai nikmat yang tak ternilai banyaknya tanpa mengira siapa kita. Namun, kita sering lalai dan lupa untuk mensyukuri di atas anugerah yang dikurniakan, bahkan kita masih lagi berlumba-lumba mengejar kemewahan yang bersifat sementara itu.
Nikmat yang paling berharga dikurniakan kepada manusia ialah nikmat hati, yang merupakan raja segala gerak-geri dan tingkah-laku yang dipertontonkan oleh manusia. Hati yang diciptakan Allah semulia-mulia kejadian, di situlah akal manusia, di situlah buruk, baik, sihat, lemah manusia, di situlah segala-galanya.
Benarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW: “ Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada seketul daging, jika sekiranya baik daging itu, maka baiklah seluruh diri manusia itu. Jika sekiranya buruk daging itu, maka buruklah seluruh diri manusia itu. Ketahuilah, bahawa ia adalah hati ”.
Hatilah punca segala-galanya. Jika tidak berpunca dari hati yang kotor, manusia tidak akan melakukan maksiat terhadap penciptanya. Namun, kita sentiasa tidak menghiraukan gelagat hati kita. Kita sering biarkan hati kita dikotori titik-titik hitam dan dihinggapi berbagai-bagai penyakit yang menjijikan. Lantas, hasilnya segala gerak-geri yang dipertontonkan melencong dari jalan yang dikehendaki Allah SWT.“
Al-Quran yang diturunkan kepada kita melalui insan agung SAW merupakan mukjizat yang tidak ada tolak bandingnya, bahkan ia juga sebagai ubat bagi mengubati hati yang berpenyakit. Dengan kita melazimi membacanya dan mentadabbur apa yang terkandung di dalamnya, akan memperolehi ketenangan hati yang akan menyebabkan hati sentiasa tidak lalai mengingati Allah SWT. Firman Allah SWT yang bermaksud: “ketahuilah, dengan mengingati Allah itu, hati akan tenang”.
Begitu juga dengan mengosongkan perut dari terlalu kenyang akan mengubati segala penyakit yang tersemat dihati kerana dengannya hati akan beroleh kerehatan dan meringankan untuk melakukan ibadat kepada Allah SWT serta menjauhkan dari segala penyakit yang memudaratkan. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang sedikit makannya, sihatlah perutnya dan bersihlah hatinya. Barangsiapa yang banyak makannya, maka sakitlah perutnya dan keraslah hatinya”.
Sabda Rasulullah SAW lagi: “ janganlah kamu matikan hati kamu dengan membanyakan makan dan minum, sesungguhnya hati itu seumpama tumbuh-tumbuhan, jika banyak disirami air maka ia akan mati ”.
Seterusnya, diantara ubat bagi mengubati hati ialah dengan sentiasa bagun malam beribadat kepada Allah SWT kerana dengannya akan menjauhkan diri kita dari tipu daya syaitan dan menjauhkan dari melakukan dosa serta mendapat keredhoan dari Allah SWT. Rasulullah SAW sentiasa mengingati ummatnya: “ hendaklah kamu bangun malam ( beribadat ) walaupun hanya mengerjakan satu rakaat sembahyang ”.
Oleh itu, bagi memastikan hati kita dalam keadaan sentiasa bersih dari segala penyakit, hendaklah kita melazimi dengan membanyakan beribadat kepada Allah disepertiga malam kerana waktu itulah Allah SWT turun ke langit dunia bagi melihat siapa diantara hambanya yang berjaga malam, beribadat kepadanya.
Begitu juga, hati akan terubat dari segala penyakit dengan sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh. Ini akan menyebabkan sedikit sebanyak akan terikut dengan tingkah laku, perbuatan dan percakapan mereka yang sentiasa mengingati Allah SWT. Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Berkata Luqman Al-Hakim kepada anaknya, wahai anakku, sentiasalah kamu berada dalam majlis alim ulama ( orang-orang yang soleh ) dan dengarlah kata-kata hikmah dari mereka. Sesungguhnya Allah SWT akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan siraman hujan yang lebat ”.
Berkata seorang hukama’ : “ Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sebuah kebun di atas dunia ini, barangsiapa yang masuk ke dalamnya maka bahagialah hidupnya. Kemudian ditanya padanya: “apakah kebun itu?, lantas dijawab bahawa kebun itu adalah majlis-majlis ilmu ( mengingati Allah ).
Begitulah di antara penawar-penawar yang digariskan oleh ulama bagi mengubati hati-hati kita dari segala penyakit yang menyebabkan gerak geri yang dipertontonkan oleh kita melencong ke arah kemurkaan Allah SWT. Mudah - mudahan kita digolongkan dikalangan hamba-hambanya yang sentiasa dalam keadaan hati bersih dari segala penyakit-penyakit yang menyebabkan kita lalai mengingati Allah SWT.
Subscribe to:
Posts (Atom)