Saturday, July 9, 2011

Hati Yang Bersih

Sumber: http://kangdarto.com/?p=381
Sumber: http://tazkirahsini.com/2010/05/29/hati-yang-bersih/

Tidak ada suatu keinginan yang besar dari seorang mukmin kecuali mempunyai hati yang bersih dan bercahaya kerana ia yang akan menuntun keselamatan hidup kita di dunia dan di akhirat kelak. Hati yang cemerlang adalah hati yang bersih suci dan mampu ‘melihat’ alam ghaib sehingga ia mengenal Allah ta’ala tanpa keraguan sedikitpun.

Pada zaman nabi ada seorang laki-laki bertanya pada nabi, “Ya Rasulullah , siapakah manusia terbaik?”. Nabi menjawab, “Mereka adalah orang mukmin yang berhati makhmum.” Orang itu bertanya lagi , “Apakah hati makhmum itu?” . Nabi bersabda, “Itu adalah hati yang berTAKWA lagi bersih yang tidak ada didalamnya penipuan, sikap melampaui batas, tipu daya, khianat dan dengki”. (HR. Ibnu majah dan termasuk hadis shahih).

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu berTAKWA kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al-Anfal : 29)

“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), berTAKWAlah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, nescaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bahagian, dan menjadikan untukmu nur (cahaya) yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Mujadilah :28)

Dalam hadits Qudsi, diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya Allah swt telah berfirman: “Barangsiapa yang menyakiti wali-Ku , maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan suatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada dia mengerjakan apa yang Aku telah fardhukan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan yang sunat (nawafil) sehingga Aku cinta kepadanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, adalah Aku-lah yang menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia tamparkan dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya; Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepada-Ku, nescaya Aku berikan kepadanya; Dan sesungguhnya, jika ia memohon perlindungan kepada-Ku nescaya Aku berikan perlindungan kepadanya.” (Riwayat Imam Bukhari)

Hati yang bersih juga hati orang yang Ikhlas, sehingga ditakuti oleh setan. Nabi pernah bersabda, “Tidak berjalan Umar disuatu lorong melainkan setan memilih jalan lain (supaya tidak berpapasan dengan Umar). (HR. Imam Bukhari dan Muslim). Perasaan takut yang ditunjukkan setan disebabkan kerana ketakwaan yang ada dalam diri Umar.

Apabila hati bersinar dan gemilang, Allah mengilhamkan kepada hati itu berbagai ilmu dan petunjuk. Diantaranya adalah firasat mukmin. Sehubungan hal tersebut menurut Imam Thirmidzi , nabi bersabda , “Takutlah kamu dengan firasat mukmin karena sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah. “

Contohnya, menurut Anas bin Malik , pada suatu hari dia melihat seorang wanita dan tertegun dengan kecantikannya. Kemudian setelah itu , beliau bertemu dengan Uthman bin Affan dan Uthman berkata, “Telah masuk ke perkumpulanku , seorang laki-laki yang dimatanya terdapat tanda-tanda zina.” Anas terkejut dengan perkataan Uthman dan bertanya . “Masih adakah wahyu setelah nabi (Khalifah Uthman boleh tahu apa yang telah dilakukannya) ?” . Uthman menjawab. “Tidak, yang ada hanyalah mata hati dan firasat yang benar”

Begitu pula dengan peristiwa yang terjadi atas khalifah Umar bin Khatab. Ketika beliau sedang menyampaikan dakwahnya di Madinah, tiba-tiba beliau berkata , “Wahai Sariah, pergilah kebukit, kebukit.” Rupanya , pada waktu itu beliau dapat melihat bahwa tentera-tentera Islam yang dipimpin oleh panglima Sariah mengalami kekalahan sedangkan mereka berada jauh di Madinah. Beliau segera memberi petunjuk kepada Sariah agar membawa tentera-tentera Islam ke bukit. Menurut Sariah , beliau dapat mendengar suara Umar dengan jelas dan segera mematuhi petunjuknya sehingga mereka akhirnya memperoleh kemenangan. Ini adalah bentuk –bentuk ilham yang dianugerahkan Allah kepada mereka yang memiliki hati yang bersih.

Itulah beberapa contoh orang-orang yan bertTAKWA yang hatinya bercahaya.
Banyak orang mengHIAS WAJAH dan TUBUHnya…
Padahal WAJAH dan TUBUHnya akan menjadi FITNAH makanan syaithan.
Dan hanya orang-orang yang mendapat HIKMAH…
Dialah yang selalu mengHIAS HATInya dengan keTAKWAan.

Sifat Hati Yang Bersih 
  • Sensitif dengan Tuhan – tidak mensyirikkan Allah dan benci kepada sesuatu yang dibenci Allah.
  • Jika dikurniakan kesenangan, sentiasa bersyukur atas pemberianNya.
  • Merasa resah dengan dosa dan noda yang dilakukan.
  • Sentiasa merasa diri diawasi Pencipta.
  • Bila ditimpa ujian dan musibah, redha dengan takdirNya.
  • Merendah diri dan merasa hina di hadapan Allah.
  • Bersyukur dan berterima kasih atas nikmat yang dikurniakan Allah kepadanya.

Wallahu a’lam bishshowab

Monday, July 4, 2011

10 Pembasuh Dosa & Penawar Hati

Sumber: http://www.iluvislam.com/tazkirah/dakwah/1035-10-pembasuh-dosa-a-penawar-hati.html

      Hassan al-Basri r.a. berkata: "Ketika saya berkeliling di jalan-jalan kota Bashrah dan di pasarnya dengan seorang pemuda ahli ibadah, tiba-tiba saya melihat seorang tabib yang sedang duduk di atas kerusi." Dia dikelilingi oleh laki-laki, perempuan dan anak-anak. Di tangan mereka masing-masing terdapat gelas yang berisi air. Mereka meminta petua dan ubat untuk penyakitnya. Kemudian, pemuda yang bersamaku maju ke depan tabib, lalu dia berkata: "Wahai tabib, apakah kamu punya ubat yang mampu membersihkan dosa dan menyembuhkan penyakit hati? "


Kemudian, si tabib itu menjelaskan: "Ambillah sepuluh macam ramuan: 

                         Ambillah akar pohon fakir bersama akar-akar 
                         pohon tawaddhu' (kerendahan hati),
                         Campurkanlah padanya tumbuhan taubat,
                         Taruhlah ke dalam bekas keredhaan,
                         Tumbuklah dengan penumbuk qana'ah,
                         Masukkan dalam kuali taqwa,
                         Lalu tuangkanlah padanya air malu,
                         Didihkanlah dengan api mahabbah,
                         Tuangkanlah ke dalam gelas syukur,
                         Kemudian kipaslah dengan kipas harapan,
                         Lalu minum dengan sudu pujian.

Sesungguhnya jika kamu mengerjakan hal itu, maka akan menjadi ubat bagimu dari semua penyakit dan bencana di dunia dan di akhirat." 

- Dipetik daripada Kitab Nashaihul 'Ibad, Imam Nawawi.